
DEWAN PENGARAH PROGRAM DAYAKITA (COLLECTIVE CARE FUND)
EXPRESSION OF INTEREST (EOI)
DEWAN PENGARAH PROGRAM DAYAKITA (COLLECTIVE CARE FUND)
PERIODE TAHUN 2025 – 2026
A. Latar Belakang
Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis), adalah organisasi pembangunan yang berbasis di Jakarta dan bekerja meliputi wilayah Asia Tenggara. Humanis bekerja dengan kelompok termarjinalkan dan masyarakat paling terdampak untuk memastikan setiap orang mendapatkan hak dasarnya dan membuat perubahan. Humanis mencita-citakan masyarakat yang adil dan berkelanjutan di Asia Tenggara. Untuk mencapai ini, Humanis bekerja melalui tiga area dampak, yakni: Gender Equality, Diversity, and Inclusion (GEDI), Civic Rights in Digital Age (CRIDA), and Climate Justice. Sekarang ini, kami bekerja di Indonesia, Timor-Leste, dan Filipina.
Di bawah naungan area dampak GEDI, Humanis mengembangkan inisiatif baru yang memberikan semangat collective care dan keberlanjutan bernama Dayakita (Collective Care Fund). Dayakita adalah program dari Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial yang menyediakan hibah collective care bagi inisiatif-inisiatif inklusif di Indonesia. Program ini bertujuan untuk mendorong kesetaraan gender, pemenuhan hak-hak perempuan, dan membangun ekosistem pendanaan yang transformatif dan berpihak kepada pemangku hak.
Dalam pelaksanaannya, Dayakita bekerja bersama aktor-aktor sipil yang mencakup pemangku hak, komunitas, kelompok yang termarjinalkan, serta organisasi pembela hak-hak perempuan. Kolaborasi ini berfokus pada penguatan nilai-nilai kesetaraan, inklusi sosial, dan kepemimpinan perempuan di berbagai tingkat.
Dukungan Dayakita disalurkan melalui empat skema hibah, yaitu: Rawat Asa, Semai Setara, Puan Berdaya, dan Urun Jaga. Keempat skema ini dirancang untuk memberikan pendampingan yang setara dan kolektif, mendorong pembelajaran antar mitra, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Sebagai inisiatif yang berfokus pada kerja-kerja perawatan (collective care), Humanis berkomitmen untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam setiap tata kelola program. Humanis mengutamakan pendekatan partisipatoris yang mendorong keterlibatan bermakna dari aktor-aktor sipil yang relevan, serta mendorong pembagian kekuasaan (power sharing) agar hibah dapat menjangkau isu-isu kunci, mendorong perubahan struktural, dan inklusif menjangkau kelompok yang paling terdampak dan terpinggirkan.
Oleh karena itu, peran Advisory Board/ Dewan Pengarah menjadi penting dalam menjaga akuntabilitas dan relevansi serta kualitas program Dayakita. Dewan Pengarah terdiri dari individu-individu yang memiliki pengalaman, perspektif kritis, serta kepedulian terhadap nilai-nilai keadilan sosial, kesetaraan gender, dan kerja-kerja perawatan (collective care).
B. Tujuan
Untuk merekrut anggota Advisory Board (Dewan Pengarah) untuk Program Dayakita (Collective Care Fund).
C. Keluaran
Terpilihnya 3-5 anggota Advisory Board (Dewan Pengarah) untuk Program Dayakita (Collective Care Fund) melalui prosedur yang berlaku di Yayasan Humanis.
D. Kriteria Advisory Board
- Jumlah anggota: Terdiri dari 3 atau maksimal 5 orang (berjumlah ganjil).
- Identitas gender: Perempuan, baik secara sosial maupun biologis.
- Latar belakang: Mewakili beragam sektor, termasuk aktivis, akademisi, media, sektor swasta yang berpihak pada keadilan gender dan inklusi sosial, dan lembaga negara seperti Komnas Perempuan.
- Identitas interseksional: memiliki latar belakang identitas yang mencerminkan keberagaman interseksionalitas (misalnya suku, agama, disabilitas, orientasi seksual, kelas sosial dan lainnya) sebagai bentuk keberpihakan pada nilai-nilai keadilan gender dan inklusi sosial.
- Fokus isu: memiliki pengalaman dan perhatian pada berbagai isu terkait hak-hak perempuan untuk memastikan representasi isu yang lebih luas dan inklusif.
- Non-partisan: Tidak terafiliasi politik dengan partai politik apapun, untuk menjaga independensi dan integritas keputusan.
- Aktivisme: Memiliki rekam jejak dalam memperjuangkan nilai-nilai feminis dan kesetaraan gender.
- Sebaran domisili: memperhatikan representasi wilayah sebagai bentuk dekolonisasi pengetahuan dan distribusi kuasa.
- Komitmen etika feminis: menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas, keberpihakan pada kelompok marjinal, dan pengambilan keputusan yang kolektif.
- Berperspektif Collective Care dan kesejahteraan aktivis: memiliki komitmen dan pemahaman terhadap pentingnya collective care, keberlanjutan gerakan, dan perlindungan bagi pembela HAM, aktivis dan kelompok marjinal.
E. Mekanisme Pemilihan Advisory Board:
-
- Pengumuman Undangan Minat (Expression of Interest/EoI)
Humanis menyebarkan informasi terbuka mengenai rekrutmen kebutuhan dan kriteria calon anggota Dewan Pengarah.
- Proses Penyeleksian Awal (Shortlisting)
Kandidat diseleksi berdasarkan kesesuaian dengan kriteria yang telah ditetapkan, termasuk nilai-nilai kesetaraan, pengalaman, dan perspektif interseksionalitas.
- Wawancara Kandidat Terpilih dalam Daftar Singkat (Shortlisted)
Kandidat yang masuk dalam daftar singkat diundang untuk mengikuti wawancara guna menggali komitmen dan kontribusi potensial.
- Pengumuman Dewan Pengarah Terpilih
Kandidat yang terpilih diumumkan secara terbuka dan diundang untuk mengikuti pertemuan orientasi program secara daring atau luring. Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman tentang Program Dayakita dan menyepakati pembagian peran antara tim progam Humanis dan Dewan Pengarah.
F. Tugas dan Fungsi Advisory Board:
Secara umum, Advisory Board berfungsi sebagai badan penasihat independen yang mendampingi pelaksanaan Program Collective Care Fund secara strategis dan etis. Dewan Pengarah dapat memberikan masukan substantif, perspektif kritis, dan dukungan penguatan nilai-nilai feminis dan keadilan sosial dalam seluruh siklus program.
Anggota Dewan Pengarah diharapkan dapat berkontribusi secara strategis melalui:
- Melakukan pertemuan sebanyak (maksimal) 3 (tiga) kali dalam setahun secara daring atau luring dengan penggantian biaya perjalanan atau komunikasi.
- Masa tugas Advisory Board adalah 1 (satu) tahun dengan peninjauan ulang pada akhir periode masa tugas.
- Bersedia berkontribusi secara sukarela dan tanpa honor/gaji.
- Memberikan masukan terhadap arah kebijakan program, prioritas pendanaan, serta isu-isu strategis yang relevan dengan program.
- Memberikan pandangan terkait prinsip dan mekanisme seleksi proposal – terutama dalam hal keadilan gender, inklusi sosial dan konteks lokal.
- Memastikan bahwa mekanisme pemberian dana dilakukan secara adil, transparan, dan inklusif.
- Memberikan masukan tentang strategi peningkatan skala (scale-up) program ke wilayah, tema, atau jaringan baru.
- Memberi masukan terhadap proses monitoring, evaluasi, dan pembelajaran program.
G. Mekanisme pendaftaran dan Linimasa rekrutmen
Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan email yang berisi lembar motivasi (motivation letter) dan CV singkat (max 3 halaman) ke alamat email [email protected] dengan subyek “AB Dayakita Humanis” selambatnya tanggal 3 Agustus 2025.
| Kegiatan | Timeline |
| Pengumuman Expression of Interest (EoI) | 21 Juli 2025 |
| Shortlist/Penyaringan kandidat | 4 Agustus 2025
|
| Interview/Wawancara | 6 – 7 Agustus 2025
|
Catatan: Kandidat yang masuk dalam daftar pendek (shortlist) akan menerima notifikasi resmi dari kami. Apabila Anda belum menerima kabar dalam waktu maksimal satu bulan setelah batas akhir pengajuan (deadline), dengan hormat kami informasikan bahwa Anda belum terpilih dalam proses seleksi tahap ini.

