Kolaborasi dan Inklusivitas dalam Kick-Off Program FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis

Climate Justice

Kolaborasi dan Inklusivitas dalam Kick-Off Program FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis

Muhammad Falah Rahmanda & Namira Fathya

Program Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation, atau FEAST! Powered by DBS Foundation dan Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis), lahir dari semangat kolektif untuk mendukung gerakan pertanian berkelanjutan yang dipimpin oleh aktor paling krusial namun kerap dipinggirkan dalam sistem pangan, yaitu para petani, khususnya petani perempuan. Berlangsung di delapan kabupaten di Flores, FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis berupaya menjawab tantangan nyata dalam membangun ketahanan pangan dari akar. 

Pada tanggal 25-26 Juli 2025, Humanis secara resmi memulai program ini melalui acara Kick-Off FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis di Hotel Harper MT Haryono, Jakarta. 

Gambar 1. Suasana acara peluncuran program yang dihadiri oleh seluruh anggota konsorsium FEAST!  

Komitmen Kolaborasi dalam Kick-Off FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis 

Selain membuka program secara resmi, Kick-Off ini menjadi ruang untuk menyelaraskan pemahaman antar anggota konsorsium dan memperkuat komitmen kolektif. 

Program ini berjalan pada periode 2025-2028, dan dirancang untuk menjangkau 28.040 penerima manfaat langsung di 8 Kabupaten di Pulau Flores. Keseluruhan program FEAST! didukung penuh oleh DBS Foundation yang fokus mendorong perluasan dampak sosial secara menyeluruh kepada masyarakat rentan, termasuk petani. Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, memastikan terwujudnya proses dan sistem yang inklusif tetap berjalan selama program berlangsung. 

Dalam implementasinya, FEAST! tidak berjalan sendiri—program ini dijalankan bersama Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) dan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), dengan dukungan penuh dari DBS Foundation. KRKP mendukung upaya advokasi kedaulatan pangan di tingkat lokal, sedangkan ASPPUK mengambil peran untuk mengingatkan kesehatan masyarakat rentan secara umum. 

Ke depannya, FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis berharap dapat menggandeng lebih banyak kelompok — mulai dari pemerintah, komunitas lokal, akademisi, hingga tenaga kesehatan untuk sama-sama mendukung transformasi sistem pangan di Flores. 

“Dengan dimulainya Kick-Off FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis, kami berharap semangat kolaborasi ini akan terus berlanjut selama tiga tahun ke depan. Dalam perjalanannya, FEAST! berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak — termasuk petani, komunitas lokal, dan pemerintah — untuk mendorong transformasi sistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan di Flores.”, ujar Tunggal Pawestri, Direktur Eksekutif Humanis, mengenai komitmennya untuk berkolaborasi. 

Menyambut pernyataan tersebut, Nazla Mariza, SVP Impact Beyond Banking Bank DBS Indonesia, mengatakan “Melalui program ini, kami berharap dapat mewujudkan visi DBS Foundation untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat rentan termasuk petani. Visi ini dibangun di atas tiga pilar: pemenuhan kebutuhan dasar, mendorong pertumbuhan inklusif, dan mempersiapkan masyarakat menua yang berkualitas.” 

Gambar 2. Anggota konsorsium FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis berfoto bersama. 

Memastikan Inklusivitas dalam Sistem Pertanian 

Pertanian lokal di Flores sangat bergantung pada kerja petani perempuan, mulai dari menyiapkan bibit tanaman, nenanam, mengolah, hingga panen. Semua ini mereka lakukan sambil tetap memikul beban pekerjaan rumah tangga seperti mengelola gizi keluarga. 

Kelompok termarjinalkan, dalam hal ini perempuan, seringkali tidak dilibatkan dalam proses pembangunan. Dalam konteks Flores, perempuan masih dianggap pihak kedua dalam pengambilan keputusan soal penggunaan lahan dan alokasi sumber daya. Kontribusi perempuan sering kali diremehkan, yang berdampak pada kurangnya akses terhadap tanah, kredit, pendidikan, dan teknologi. 

Emmy Astuti, Direktur Eksekutif ASPPUK, mengatakan bahwa “misi kami adalah memperkuat akses, kontrol, dan partisipasi perempuan pelaku usaha kecil-mikro. Kami juga mendorong terbentuknya jaringan yang adil gender dan inklusif, guna menciptakan sistem sosial-politik yang berpihak pada perempuan. Selain itu, kami ingin memastikan kebijakan dan program benar-benar mendukung perempuan pelaku usaha kecil-mikro.” 

Gambar 3. Salah satu perwakilan dari KRKP memaparkan materi terkait rencana penguatan sistem pangan.  

Lebih dari sekadar pengakuan, perempuan membutuhkan akses terhadap informasi, ruang pengambilan keputusan, hingga kesempatan untuk memimpin komunitasnya. Karena itu, program FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis berfokus pada praktik pertanian yang responsif gender untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi, serta mendukung perempuan petani prasejahtera dalam menghadapi krisis iklim. 

“Akses terhadap sumber-sumber produksi pangan harus melindungi kontrol petani, diawasi secara berkelanjutan, serta memastikan proses produksi yang berkeadilan. Di sisi lain, penting juga mendorong konsumsi pangan lokal dengan gizi yang seimbang.” ujar Lily Batara, Koordinator Program KRKP. 

Di tengah krisis iklim dan ketimpangan akses pangan, FEAST! Powered by DBS Foundation dan Humanis memilih untuk berdiri di sisi yang kerap dilupakan: petani, temasuk petani perempuan, dan keluarganya. Mengawali program ini, kami sadar bahwa perubahan menuju sistem pangan yang adil dan berkelanjutan tidak bisa dilakukan sendirian. Kick-Off FEAST! menjadi titik tolak untuk membangun kolaborasi yang berpihak, memperkuat posisi petani sebagai pusat dari kebijakan pangan, dan memastikan bahwa transformasi sistem pangan dimulai dari mereka yang hidup dan bertahan dari tanahnya sendiri. 

newsletter